Profil Brigjen TNI Faridah Faisal: Perempuan Pertama Kepala Pengadilan Militer Utama dan Kebanggaan Alumni UNHAS

MAKASAR, NusaPapua News. – Nama Brigjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H., kini tercatat dalam sejarah emas institusi TNI. Jenderal bintang satu ini menjadi sorotan setelah resmi dipercaya menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama). Prestasi ini menjadikannya sosok perempuan pertama yang menduduki posisi prestisius tersebut dalam sejarah peradilan militer di Indonesia.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Korps Hukum TNI, tetapi juga membawa harum nama almamaternya, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, tempat ia menimba ilmu hukum di masa muda.
Jejak Karier Gemilang di Dunia Peradilan Militer
Karier Brigjen Faridah Faisal merupakan potret dedikasi dan profesionalisme seorang prajurit hukum. Sebelum menjabat sebagai Kadilmiltama, ia telah mengemban berbagai posisi strategis yang mengasah ketajaman analisis hukum dan kepemimpinannya.
Beberapa jabatan penting yang pernah ia duduki antara lain:
- Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.
- Hakim Militer Utama pada Pengadilan Militer Utama.
- Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.
Kepemimpinannya dikenal tegas namun tetap menjunjung tinggi rasa keadilan. Penunjukannya sebagai orang nomor satu di Pengadilan Militer Utama menunjukkan kepercayaan pimpinan TNI atas kompetensinya yang mumpuni di tengah dominasi maskulinitas di lingkungan militer.
Alumni Unhas Makassar: Akar Hukum dari Timur Indonesia
Lahir dan besar dengan semangat khas Indonesia Timur, Brigjen Faridah Faisal merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Unhas memang dikenal sebagai “pabrik” praktisi hukum andal di Indonesia, dan Faridah Faisal menjadi salah satu bukti nyata kualitas lulusan kampus berlambang ayam jantan tersebut.
Keterikatannya dengan Makassar dan Unhas menjadikannya inspirasi bagi mahasiswa, khususnya perempuan, yang bercita-cita berkarier di dunia militer maupun penegakan hukum. Ia membuktikan bahwa batas gender bukanlah penghalang untuk mencapai posisi puncak di institusi yang sangat kompetitif.
Simbol Emansipasi dan Transformasi TNI
Kehadiran Brigjen Faridah Faisal sebagai pimpinan tertinggi di Pengadilan Militer Utama merupakan simbol transformasi TNI yang semakin inklusif. Hal ini membuktikan bahwa meritokrasi di tubuh TNI berjalan dengan baik, di mana prestasi dan kapabilitas menjadi tolok ukur utama dalam promosi jabatan.
“Beliau adalah teladan bagi seluruh prajurit perempuan (KOWAD) bahwa dengan integritas dan kerja keras, posisi tertinggi pun bisa diraih,” ungkap kolega di lingkungan militer.
Kini, di bawah nakhoda Brigjen Faridah Faisal, Pengadilan Militer Utama diharapkan terus memperkuat integritas peradilan di lingkungan militer demi terciptanya kepastian hukum bagi seluruh prajurit.
